Tanda Hari Akhir :Pencakar Langit dan Indahnya Masjid

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para pembaca budiman,sebelum saya masuk ke topik utama saya akan memperlihatkan kepada pembaca semua gedung-gedung yang tinggi dan mewah :

Pernah Rasul Shalallahu ’alaihi wassalam mengabarkan kepada sahabat bahwa nanti sebelum kiamat terjadi, manusia akan berlomba-lomba membangun gedung bertingkat tingkat.

Pernah Rasul Shalallahu ’alaihi wassalam mengabarkan kepada sahabat bahwa nanti sebelum kiamat terjadi, manusia akan berlomba-lomba membangun gedung bertingkat tingkat.

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Kedua kakinya menghimpit kedua kaki Rasulullah, dan kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata : “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.” Kemudian dia bertanya lagi : “Kini beritahu aku tentang iman.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya.” Orang itu lantas berkata : “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.” Rasulullah berkata : “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.” Dia bertanya lagi : “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).” Rasulullah menjawab : “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi : “Beritahu aku tentang

tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab : “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar : “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lantas berkata : “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim).

Abraj-Al Bait (Makkah)

Abraj-Al Bait (Makkah)

1400 tahun yang lalu Rasullullah SAW sudah mengabarkan kepada kita tentang hal ini. Dan fakta bicara saat ini banyak sekali negara-negara yang berlomba-lomba membangun gedung bertingkat.Siapa yang tidak kenal Twin Tower ,Burj Khalifa, Taipei 101 Merupakan bangunan-bangunan tertinggi dunia. Dibalik kemegahan ini,tersimpan makna yang dalam.Hal inilah yang menjadi salah satu tanda bahwa semakin dekatnya kita menuju akhirat.

Teknologi semakin maju, jangan kita menutup mata untuk melihat perkembangan zaman dihadapan. Jangan kita menutup mata dizaman yang semakin tergulir ini bahwa banyak orang yang hanya menginginkan keinginan duniawi.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Makna berlomba-lomba meninggikan bangunan adalah setiap orang yang membangun rumah ingin jika rumahnya itu lebih tinggi daripada yang lainnya. Mungkin pula maknanya adalah berbangga-bangga dengan memperhias dan memperindahnya, atau makna yang lebih umum dari itu. Hal itu telah banyak ditemukan bahkan bertambah banyak.”

Dan Ingat Islam bukanlah agama yang kaku. Namun , Islam mengajak umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan berarti Islam melarang untuk membangun bangunan yang tinggi. Tapi hal ini menunjukan bahwa peradaban yang maju telah terjadi.Mengingatkan kepada umatnya bahwa hari kiamat atau hari akhir semakin dekat.

Tidak hanya bangunan pencakar langit saja,tapi saat ini masjid-masjid banyak diperlombakan untuk menjadi masjid terindah.

Dalam sebuah hadist dari Abu Dawud:

Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud).

Sekarang mari kita renungkan.

Apalah guna masjid, jika tidak digunakan untuk beribadah.

Apalah guna Masjid,Saat musafir dilarang untuk menginap didalamnya.

Apalah guna Masjid,Jika untuk menumpang sholat saja tidak boleh.

Apalah guna Masjid,jika tidak digunakan sebagai tempat menuntu ilmu

Apalah guna Masjid, jika hanya dijadikan pameran semata.

Masjid yang sederhana yang sering dikunjungi lebih bermanfaat daripada masjid yang mewah tapi sepi.

Usman bin Affan ra.: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)

Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid (mushola) walaupun sebesar kandang unggas maka Allah akan membangun baginya rumah di surga. (HR. Asysyihaab dan Al Bazzar).

Anas mengatakan, “Banyak orang yang akan bermegah-megahan dalam mendirikan masjid, tetapi mereka tidak memakmurkannya melainkan sedikit”[HR Bukhari]

Islam memang menyukai keindahan.Tapi apakah dengan menghiasi masjid yang indah dan mewah, bahkan terlalu mewahnya sampai-sampai masjid tersebut dikunci ditakutkan karena pencurian,menyulitkan orang-orang yang ingin sholat untuk masuk.

Masjid adalah rumah Allah memberikan perlindung kepada umat yang dikehendaki-Nya. Ingat ketika musibah Tsunami,dan ingat bangunan apa yang masih berdiri tegar. MASJID.Anda bisa melihat  videonya diyoutube atau mencari digoogle.Apakah hal ini tidak aneh bagi kita.Bagaimana mungkin sebuah bangunan masih berdiri kokoh sedangkan bangunan disekitarnya luluh lantak akibat gelombang Tsunami. Apa kita masih belum puas dan masih menganggap hal ini adalah kebetulan belaka.Bagaimana dengan masjid Kobe di Jepang, masjid ini masih berdiri kokoh saat gempa bumi,bahkan saat dihantam oleh Bom Atom 1945. Karunia Allah lah untuk menunjukkan bahwa Kekuasaan Allah itu nyata.

Dalam suatu hadist…

Aku tidak menyuruh kamu membangun masjid untuk kemewahan (keindahan) sebagaimana yang dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud)

Sekarang apalah gunanya masjid,jika tidak digunakan beribadah.Masjid besar tapi jama’ahnya hanya 1 syaf atau kurang dari itu. Apalah gunanya masjid jika hanya untuk dijadikan objek wisata sangking terlalu sepinya jama’ah.Padahal dimasjid di zaman Rasulullah digunakan untuk bermusyarawah, untuk menuntut ilmu .

mosque-in-brunei-sultan-omar-ali-saifuddin-mosque-1

Masjid Dian Alhmahri Indonesia

Masjid Dian Alhmahri Indonesia

Masjid Schwetzingen

Masjid Schwetzingen

Masjid Shah Faisal, Islamabad, Pakistan

Masjid Shah Faisal, Islamabad, Pakistan

Masjid Kristal, Malaysia

Masjid Kristal, Malaysia

Semoga artikelnya bermanfaat, untuk semua..
Apabila terdapat teks kurang berkenan dan menyalahi aturan,mohon dikomentari untuk menjadikan artikel ini semakin baik.Terimakasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s