Tradisi Lampu Colok Menyambut Malam Lailatul Qadar

miniatur masjid source exposedigitalphoto.blogspot.com

Ada sebuah tradisi yang telah lama berlangsung mulai dari para buyut sampai keanak cucu yang masih dilangsung dalam menyambut malam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir dibulan dipropinsi Riau. Tradisi itu dinamakan “tradisi lampu colok”. Sedikit penjelasan ,kata “colok” memiliki arti yang berbeda disini untuk beberapa pengertian.

Dalam masyarakat melayu “colok” bisa disama artikan dengan pelita,yaitu sebuah alat penerangan yang menggunakan minyak tanah dan sumbu kompor.Dahulu lampu colok ini digunakan untuk penerangan dirumah-rumah sebelum berkembangnya listrik. Tradisi ini adalah tradisi yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat Riau selain dalam rangka untuk memperingati malam Lailatul Qadar dan penyambut takbir lebaran juga digunakan sebagai wadah untuk menambah silaturrahmi karena dalam festival ini biasanya setelah selesai sholat taraweh,masyarakat berbondong-bondong melihat hiasan hiasan lampu colok yang disusun rapi membentuk miniatur atau sketsa-sketsa yang Indah (Lazimnya miniatur masjid dan Lafadz Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW ).

Selain itu dikenal juga istilah “obor” yaitu sebuah alat penerangan yang terbuat dari bambut diatasnya dibaluti dengan kain bekas dan dibagian dalamnya diisi minyak tanah.Sehingga menambah keindahan malam yang dihiasi oleh cahaya kemerah-merahan.

Didaerah-daerah pedesaan penerangan masih belum sebanyak dikota jadi aura keindahannya masih terasa. Biasanya tradisi ini dilakukan oleh para pemuda-pemuda setempat dan dukungan dari masyarakat.Karena untuk membuat sebuah hasil karya yang indah,lampu colok yang digunakan tidak sedikit bahkan memerlukan ratusan lampu colok. Untuk itulah diperlukan banyak pihak untuk kesuksesan acara ini. Sehingga terpupuk rasa persatuan dan kesatuan serta kekeluargaan,karena itulah rasa kekeluargaan didaerah Riau masih kental dan kuat.

Namun, sayang pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi tradisi ini mulai memudar.Banyak remaja-remaja sekarang yang lebih senang menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat dengan bersms ria atau pergi ketempat yang tidak baik.Sehingga tradisi ini yang dahulunya meriah disetiap daerah kini mulai satu persatu menghilang secara perlahan. Satu-satunya daerah yang masih kental dengan tradisi ini adalah daerah Bengkalis.Miniatur dan sketsa yang beranekaragam.Bahkan pemda setempat mengadakan lomba untuk setiap kelurahan demi terjaganya tradisi ini agar tidak tenggelam ditelan zaman.

Advertisements

One comment on “Tradisi Lampu Colok Menyambut Malam Lailatul Qadar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s