Etika dan Kode Etik

Etika dan Kode Etik

(Bagian : Implementasi Etika)

etika

IMPLEMENTASI ETIKA

Implementasi etika sangat luas terdapat pada semua aspek kehidupan masyarakat, kehidupan bertetangga, dalam ruang lingkup perkerjaan maupun dalam suatu organisasi. Setiap organisasi membutuhkan seperangkat kebijakan dan prosedur etika untuk menggambarkan bagaimana nilai-nilai etika yang harus dilaksanakan. Kebijakan dan prosedur merupaka cara organisasi berkomunikasi harapan dan persyaratan untuk karyawannya. Setelah kebijakan dan prosedur etika berada di tempat, organisasi harus mengembangkan pengukuran untuk menentukan apakah standar etika yang sedang dipertahankan dan jika standar-standar tersebut menghasilkan hasil yang diinginkan.

Etika dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat antara sesame dan menegaskan mana yang benar dan mana yang salah. Masyarakat berkembang sesuai dengan adat istiadat, kebiasaan , nilai dan pola perilaku manusia terkaint dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Etika yang menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu.

Contoh Implementasi etika :
1.Komunikasi

Membiasakan mengucapkan salam jika bertemu muka dengan orang lain seperti (assalamualaikum “jika muslim” , selamat pagi, siang atau malam, apakabar, dsb).Atau dapat juga dengan melambaikan tangan dan menganggukkan badan tersenyum. Bertutur kata dalam pergaulan sehari-hari menggunakan bahasa yang sopanmudah dimengerti dan benar. Arahkan mata pada lawan bicara, tidakmemotong pembicaraan orang lain kecuali bila terpaksa, namun harus diawalidengan permintaan maaf. Jangan berbicara dengan seseorang sambilmengerjakan pekerjaan lain.

2.Tuan rumah yang harus membayar

Jika mengundang rekan bisnis untuk makan di luar, maka sang mitralah yang harus membayar tagihan. Jika sang mitra seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien, laki-laki, ia tetap harus menolaknya. Dengan mengatakan bahwa perusahaan yang membayarnya, bukan uang pribadi.

3.Etika berpakaian.

Janganlah anda mengenakan pakaian kantor yang terlalu seksi dan terbuka jika di kantor terdapat peraturan mengenakan pakaian tertutup. Jangan sampai atasan dan rekan kerja gerah melihat pakaian anda yang terkesan seksi. Tampil modis dan bergaya tanpa membuka aurat yang seharusnya tertutup.

4.Etika bertelepon.

Ketika anda menerima atau menelepon menggunakan fasilitas kantor, hendaknya bukan digunakan untuk urusan pribadi. Kalaupun anda kepepet menggunakan fasilitas telepon untuk keperluan pribadi, jangan menggunakan line telepon terlalu lama. Apabila anda bekerja sebagai costumer services suatu perusahaan, hendaknya selalu menyapa dengan sopan setiap ada telepon masuk.

sumber :

[1] Anonim. 2009. Why Have a Code of Conduct. “http://www.ethics.org/resource/why-have-code-conduct” . Akses 4 Maret 2015.

[2]K Bertens .2007. ETIKA . Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s