Matinya Petani di Lubung Padi

Petani Indonesia itu bukan petani bodoh, petani Indonesia bukan petani malas, petani Indonesia itu bukan petani biasa.

PETANI INDONESIA ITU LUAR BIASA

Mungkin anda bukan terlahir dari keluarga petani.Tetapi jerih payah petani ditanah air ini harus kita hargai.Betapa tidak dimulai dari berkokoknya ayam yang melihat datangnya fajar para petani telah bangun bersiap untuk pergi kesawah ,keladang maupun kebunnya. Menanam benih-benih padi,lebaynya saya bisa katakan benih padi ini adalah benih kehidupan,Kalau bukan karena para petani ini mungkin kita tidak akan bisa menikmati nasi diatas meja makan saat makan siang maupun makan malam.

Sayang seribu sayang,nasib petani ditanah air kita semakin suram,kehidupan petani semakin miskin.Berbagai program-program penyuluhan pertanian hanya sebatas program tanpa adanya implementasi nyata.Masih banyak petani-petani yang hidup dengan pendapatan rata-rata Rp300.000,00,- perbulan.

Tahun 2013, Bagaimanakan nasib petani Indonesia?

Kalau saya boleh jujur,sepertinya pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kehidupan petani ditanah air sendiri. Ini hanya sekedar opini saya jika seandainya para pejabat kita benar-benar berpikir demikian ini bukan masalah kecil lagi tetapi sudah merupakan masalah terbesar.

Pekerjaan sebagai petani bukan pekerjaan sederhana.Keringat terus bercucuran untuk menanam benih-benih padi.Mulai dari terbit fajar sampai menjelang magrib para petani bekerja untuk menghasilkan padi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Keadaan yang terus memburuk inilah yang mengakibat profesi sebagai petani dianggap remeh. Tapi menurut saya petani di Indonesia mempunyai prospek masa depan yang cerah.Hal terpenting dari semua ini adalah adanya manajemen dan adanya perhatian khusus dari pemerintah terhadap nasib para petani ditanah air ini.

Dari beberapa artikel yang saya baca,setidaknya saya bisa menyimpulkan hal-hal yang menjadi permasalahan bagi petani di Indonesia adalah:

1.Rata-Rata petani Indonesia hanya menggarap Lahan yang sempit untuk area pertanian.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin, saat dihubungi secara terpisah di Jakarta, juga mengakui pemiskinan petani yang menjadi-jadi dan terus meluas sebagai dampak fragmentasi lahan pertanian.

”Mau menggunakan perhitungan model apa saja, dengan kepemilikan lahan sempit tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup mendasar mereka,” kata Bustanul menjelaskan. Ia menghitung, dengan kepemilikan lahan kurang dari 0,5 hektar, kebutuhan hidup petani yang bisa dipenuhi dari usaha pertanian mereka maksimal 54 persen. (www.gerbangpertanian.com)

Ini menunjukkan bahwa petani Indonesia hanya mampu menggarap lahan yang sangat sempit untuk area pertanian sehingga produksi yang dihasilkan lebih kecil. Sebagian besar lahan yang digarap merupakan lahan warisan dari orang tua sebelumnya.

Ingat zaman terus bergulir, keadaan akan terus berganti.Jika petani hanya menggarap lahan hanya sebatas itu tanpa adanya perluasan maka akan sulit bagi petani itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sendiri jika harga terus naik.

2.Rendahnya Kepedulian Pemerintah akan nasib Petani

Sampai kapan kita harus mengimpor bawang,cabe bahkan harus mengimpor beras. Sampai kapan?

Dengan keadaan bumi Indonesia saat ini,harusnya hal seperti adalah hal yang memprihatinkan. Ingat sewaktu dizaman Soeharto,Indonesia pernah mencapai swasembada beras.Kemudian semakin bergantinya tahun keadaan pertanian Indonesia semakin memburuk.

Kehidupan pertanian yang semakin memburuk ,membuat para petani beralih profesi.Sehingga semakin sedikit petani yang bertahan.Semakin berkurangnya jumlah petani ini berbanding lurus dengan ketersedian pangan.Pemerintah mulai bingung bulog kosong, sementara masyarakat perlu memenuhi kebutuhan bahan pangan.Berpikir bagaimana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.Tentu saja Jalan terdekat yang diambil adalah mengimpor barang-barang dari luar negeri seperti thailand,filipina maupun Australia.

Keadaan ini sepertinya dibiarkan saja.Mungkin sudah terlalu nyaman dengan mengimpor barang-barang dari negeri luar.Apa sih yang kurang kualitas yang bagus dan harga yang murah.Tetapi sampai kapan negara ini harus mengimpor beras?.harga bahan pangan impor memang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga lokal.Contohnya Beras.Kualitas beras dari thailand lebih bagus dari kualitas lokal.Tetapi Kembali ke kondisi petani Indonesia, bahkan untuk persedian benih dan pupuk,petani Indonesia harus bersusah payah terlebih dahulu belum lagi dengan bunga atau hutang pinjaman yang semakin mencekik.Tak heran kenapa kehidupan petani ditanah air ini semakin tragis.

Korupsi merajalela, uang rakyat untuk pesta pora. Program-Program pertanian yang dibuat hanya koar-koar semata, hilang timbul, senyap dan terus ditelan masa tanpa adanya program yang benar-benar diimplementasi.

Tapi setidaknya kita masih harus bersyukur masih ada organisasi-organisasi yang ingin memajukan pertanian-pertanian dinegeri ini.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s